Ada satu bocah laki-laki umur sekitar tiga tahun, ketawa jejeritan lari-larian, dan... menginjak tempat sujud saya, dua kali dong. Saat itu rakaat terakhir saya. Emaknya "cuma" teriak-teriak Abang jangan Bang, jangan Bang... Yahhh kalo gue jadi emaknya, auto kugendong tu bocah, bawa keluar dulu.
Ketika sedang zikir setelah salam, datang seorang ibu salat di sampingku. Lewat pandangan peripheralku, romannya ni bocah ancang-ancang bakalan melintasi saf kami lagi. Begitu dia lari mendekat, saya hardik (dengan suara berbisik tapi ngegas, mataku melotot, dua tangan merentang menghalanginya), "JANGAN LEWAT ORANG SEDANG SALAT!!! "
Belok dia.
Tiap coba-coba mendekat, kupelototin lagi dong 😳 🖐☝
Yang ada di otakku, kalo emaknya nggak terima, ayoo gelud gelud dehhhh. 🤪
Emaknya bilang, "Nah kan, diomelin kan, sinii main di sini aja." - males aku ngeliat emaknya. Bodoamat. Lanjut zikir buat nyiram esmosi jiwa.
Sayang sih sayang, tapi anak juga harus dikenalkan aturan. Jangan playing victim nyalahin masjid tidak ramah anak. Ajarkan anakmu adab. Kalo masih belum bisa diatur dan potensial mengganggu orang yang ibadah, YA DI LUAR SAJA. Ajak main di Funworld, Playtopia, atau amusement park. Mau lompat-lompat lari-larian jumpalitan teriak-teriak, sana puas-puasin.
Orang yang tilawah saja disunnahkan melembutkan memelankan suara bacaannya ketika ada yang salat. Lahhh mosok bocah-bocah dibiarkan "brutal" gitu?