Senin, 03 November 2025

Sekolahin Terus Otak Kita Sebagai Manifestasi Syukur



Tulisan ini mungkin hanya akan berdampak pada emak-emak estewe yang senasib: Nekad Kuliah Lagi Pada Usia 50+ 
Pada masa pandemi saya diberi Allâh rezeki sekolah lagi Magister Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Universitas PTIQ Jakarta. Alhamdulillah lulus placement test akhir Juli 2021 dan lulus yudisium 14 Oktober 2023.

Berdasarkan subjektivitas pengalaman pribadi, sekolah lagi pada usia 50+ (setelah 25 tahun nggak sekolah) memang butuh strategi yang berbeda dengan pelajar muda.

Pertama, penting visi misi jangka panjang yang jelas, apa untungnya, mau apa, untuk siapa, dan sebagainya. Tanpa tujuan yang jelas, atau cuma ikut-ikutan, atau cuma buat gegayaan, seseorang akan sangat mudah menyerah.

Kedua, pilih support system. Kenapa saya pakai kata "pilih" ya karena, menurut pandangan saya, keberhasilan dalam bidang apapun butuh support system. Kalo belum ada, cari, temukan, atau bikin SS sendiri. Minimal, libatkan Allâh SWT sebagai support system. Selama kuliah saya memilih teman-teman yang cocok diajak diskusi. Kata kuncinya: memilih (kata kerja aktif, proaktif).

Ketiga, saya pelajari metode-metode belajar, dan amalkan. Kadang, kebanyakan makan teori ini itu tapi tidak diamalkan, ya bakalan nggak kemana-mana juga. Saya melihat diri sendiri, ada nikmat Allah; dipinjami penglihatan, pendengaran, tangan, kaki, gawai, dan sebagainya. Semua saya manfaatkan dalam proses belajar. 

Ini juga penting: saya uninstall sosial media kecuali WhatsApp, Telegram, dan Instagram. Fyp saya tutorial, hacks, tips dan trik menyelesaikan paper, tesis, dan disertasi.

Saya luangkan waktu sehari minimal 90 menit untuk fokus membaca, mencatat, merangkum, memparafrase, dan ngomong menghadap cermin untuk menceritakan ulang apa yang saya pahami. Ketika menemukan kata-kata baru, saya catat, saya buka kamus bahasa Indonesia, inggris, Arab. Saya munculkan pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana, kemudian saya cari tau jawabannya, dan saya catat ulang. Catatan manual: pulpen dan buku tulis riil. Menurut penelitian, mencatat secara manual ini sama dengan merekam dan meninggalkan jejak belajar di otak kita.

Penting juga selama belajar, HP saya silent 🔕 mode dan jauhkan dari jangkauan. Pengaturan mode suara hanya untuk nomor keluarga inti.

Kadang, baru belajar 30 menit sudah mulai oleng, maka saya stop, saya sela dengan kegiatan lain misal olahraga atau masak atau bebenah atau jajan atau teleponan atau main sama bayi anak orang, dan lain-lain. Proses belajar harus terasa seru dan menyenangkan.

Saya kenal diri saya enggak kuat metode SKS (sistem kebut semalam), sehingga dalam menyelesaikan makalah bersama grup pun, awal-awal pertemuan saya udah "tembak" japri siapa-siapa saja yang cocok dengan gaya belajar saya. Kalau pun qadarullah tidak bisa memilih dan sekelompok dengan orang yang super sibuk, saya inisiatif kerjakan duluan dan saya kasih peran mereka teman diskusi, memeriksa, dan mengkoreksi hasil kerjaan saya.

Terakhir, padahal ini yang utama, amalkan QS Al Baqarah ayat 45. Jadikanlah sabar dan salat sebagai "penolong" yang saya pahami sebagai berikut: ilmu ini Yang punya kan Allâh, yang kasih paham juga Yang Punya ilmu. Jadi, bolehhh dikit-dikit nanya, banyak nanya juga DIA ridhâ. Bolehhhh dikit-dikit ngeluh susah, tapi dibarengi istighfar, taubat, karena boleh jadi saya terhalang dari ilmu karena dosa yang belum diistighfarin sungguh-sungguh. Kata perintah Sabar disebut duluan di dalam ayat tersebut, sehingga saya memahaminya: kerjakan all-out semampunya dan yakin bahwa ketika niat belajar untuk memenangkan ridhâ-Nya pasti ada pertolongan. Janji-Nya di ayat lain: Dia meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu. (QS Al Mujadalah:11)

Kembali pada hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Makna Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga, ada empat makna sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali:

Pertama: Dengan menempuh jalan mencari ilmu, Allah akan memudahkannya masuk surga.

Kedua: Menuntut ilmu adalah sebab seseorang mendapatkan hidayah. Hidayah inilah yang mengantarkan seseorang pada surga.

Ketiga: Menuntut suatu ilmu akan mengantarkan pada ilmu lainnya yang dengan ilmu tersebut akan mengantarkan pada surga.

Sebagaimana kata sebagian ulama kala suatu ilmu diamalkan,

مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ أَوْرَثَهُ اللهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

“Siapa yang mengamalkan suatu ilmu yang telah ia ilmui, maka Allah akan mewarisinya ilmu yang tidak ia ketahui.”

Sebagaimana kata ulama lainnya,

ثَوَابُ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا

“Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.”

Begitu juga dalam ayat disebutkan,

وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى

“Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.” (QS. Maryam: 76)

Juga pada firman Allah,

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآَتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ

“Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya.” (QS. Muhammad: 17)

Keempat: Dengan ilmu, Allah akan memudahkan jalan yang nyata menuju surga yaitu saat melewati shirath (sesuatu yang terbentang di atas neraka menuju surga.

Sampai-sampai Ibnu Rajab simpulkan, menuntut ilmu adalah jalan paling ringkas menuju surga. (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 297-298)

Wallâhu a'lam.


12 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Trimhaksih bunda Afiyah atas inspirasi dan motivasinya. Menuntut ilmu tidak mengenal umur. Krn sejatinya ilmu bukan hanya bekal dunia namun bekal akhirat juga. Sukses, sehat dan bahagia selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Âmîn 🤲 makasih doanya ibu guruku. Bârakallâhufîkum 🤲🫶🫰🫶

      Hapus
  3. MasyaAllah..sangat mencerahkan dan menginspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mâ Syâ Allâh tabarakallah makasih doanya Kak 🫶🫰🫶 sehat-sehat walafiat selalu

      Hapus
  4. MaasyaAllah. Semangat mba & semua yg sedang menapaki jalan ilmu semoga memperoleh berkah n ridhoNya..

    Belajar adalah hiburan terindah, relaksasi yg memberi bekas menyenangkan bagi akal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mâ Syâ Allâh tabarakallah, makasih doanya Kak. ... Jazâkillâhu khayran 🤲🫶🫰🫶

      Hapus
  5. Maa Syaa Allaah..... menginspirasi sekali Mak Uni. Dan pastinya nambah ilmu buat aku. Suka tulisannya. Btw cantik lhoh fotonya pakai baju wisuda dan toga, keren. Allaahu yubarik fiik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mâ Syâ Allâh tabarakallah makasih doanya Mak Syantiik shalihah lope-lope sekebon, mmmuach...

      Hapus
  6. Maasyaa Allah teh, menginspirasi sekali.. Jadi pengen sekolah lagi. 🤭

    BalasHapus