Rabu, 16 Oktober 2024

AL KASB

Ini ceritaku pada 23 Oktober 2023.

Al-Kasb. 

Setiap manusia pasti memiliki keinginan, harapan, impian, cita-cita dalam hidupnya. Ada yang ngegas, harus dapat, harus dapat. Ada yang skeptis pesimis mungkin akibat pengalaman di masa lalu. Ada yang pasrah ala jabariah. Ada juga yang berada di tengah-tengahnya. 

Aku yang sekarang, sedang berada di fase; enggak mau ngoyo. Ketika dorongan impian itu hadir, akan "kutanyakan" dulu kepada Sang Maha Mengetahui. Apakah jalan ini baik untukku, untuk agamaku, untuk duniaku, untuk akhiratku, untuk keluargaku. Jika memang baik, maka yang aku minta kemudian adalah petunjuk, mulai dari mana dulu.

Plan the action. 
Rencanakan strateginya, mau ngapain dulu, ketemu siapa, bagaimana caranya. Menulis rencana kerja di "to do list" ini penting demi efisiensi waktu, tenaga, pikiran, perasaan, dan duid. He he.  

Take action. 
Kerjakan rencana-rencana itu dengan KOMITMEN. - kenapa kata ini diketik huruf besar semua? Karena, sependek pengetahuan dan pengalaman pribadi, peran komitmen inilah yang akan membedakan hasilnya. Komitmen ini berada dalam jangkauan kuasa kendali manusia. Komitmen ini sudah termasuk disiplin dan menentukan skala prioritas. 

Perlu juga belajar mengenali kelemahan dan kekuatan diri sendiri. Contoh; kelemahanku di usia dan keterbatasan dana. Siapkan strategi untuk mengatasinya. Kekuatanku di waktu luang, maka syukuri dan berdayakan secara maksimal.  

Setiap perjalanan, ada tantangannya. Setiap perjuangan, ada ujiannya. Ini keniscayaan. Inilah hakikat hidup. Maka, yang dapat dilakukan dalam menyikapinya:

Husnuzh-zhân. 
Bersangka baik kepada Allah ini penting banget dalam proses perjalanan. Kita akan dimampukan berpikir positif dalam menyikapi tantangan dalam perjuangan. Kita akan dimampukan untuk evaluasi dan menemukan banyak hal yang sangat disyukuri dalam setiap keadaan.  

Berdoa dan berserah. 
Ingat-ingat kembali niat awal memilih jalan ini. Perbanyak istighfar taubat karena manusia tak pernah luput dari dosa satu hari pun. Perbanyak syukur atas setiap pencapaian seremeh-temeh apapun. Doakan orang lain, karena doa itu akan memantul kembali kepada yang berdoa.  

Berterimakasihlah kepada semua orang yang menyayangimu. Maafkan mereka yang bikin kesel, he he. Jangan menyimpan rasa kesal atau benci, karena perasaan negatif ini akan menjadi penghalang. Maafkan, maafkan, maafkan. 

Ingat-ingat kembali niat awal memilih jalan ini. Doa lagi. Berserah dan tetap fokus pada tujuan akhir. Tawakkal. Berserah, bukan menyerah. Fokus berusaha menemukan hal-hal yang bisa disyukuri dalam setiap keadaan. Alhamdulillah. Mâsyâ Allah tabarakallah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar