Rabu, 16 Oktober 2024

BERSERAH ATAU MENYERAH?

Kemarin suami ngajak keluyuran ke Puncak, tapi nggak berhenti di sana, nyelonong teruss lewatin Cipanas-Cianjur. Saya pikir sekalian sowan ke STIQ ZAD, kampus tempat Ustazah Miftahurrahmi dan suaminya, Ustad Anggi Maulana, mukim dan mengajar sebagai dosen. Mereka berdua adalah teman sekelasku di Pascasarjana Universitas PTIQ. Saat ini master thesis mereka masih "on the way" Bab IV. Ustazah Miftahurrahmi sering ngajak diskusi by WA baik soal teknis penulisan maupun substansi. Jadi mereka seneng banget denger aku mau mampir. Mereka bela-belain izin "madol" rapat, haha, sok penting banget akutu. 😜

Kami numpang salat 'Ashar di rumahnya sebelum ngobrol asyik tentang keluarga, kesibukan sehari-hari, dan planning ke depannya setelah lulus mau apa. Kusampaikan maksud kedatangan kami untuk menitipkan wakaf bukuku di perpustakaan ZAD. Alhamdulillah mereka menyambut dengan ekspresi senang dan memuji Allah. Mereka langsung curhat progress master thesisnya, mengikhlaskan wisuda tahun ini karena secara realistis emang nggak keburu. Menyelesaikan Bab IV memang butuh ketenangan dan energi fokus untuk menyelesaikannya. Sedangkan, peran dan tanggung jawab mereka di kampus serta keluarga dengan dua balita di rumah sudah dapat terbayangkan betapa melelahkannya. 

Padahal kampus tempat mereka berkhidmat sudah siap bayarin S3 mereka. Aku langsung berseloroh, "Boleh gak Ustad, slot S3nya buat aku dulu, haha. Aku mau dehhh mengabdi dan mukim di ZAD kalo komitmennya mengharuskan. Haha."
Mereka tersenyum nyengir kuda 😁😁 
O-ow, salah ngomong nihh aku, wkwkw. 
Buru-buru kubelokin fokus obrolan ke thesis. Mereka menyampaikan komentar profesor dan duktur penguji sidang proposal dan minta masukan dari sudut pandangku. 

Suamiku terlihat antusias ngobrol sama Ustad, sementara aku lanjut ngobrol sama Ustazah. Mungkin saking terkesannya, di dalam mobil saat pulang, suamiku memuji Ustad dan mengulang komentar, "Bu Afiya sekarang bolak-balik healing ajaa dan fokus ngajar tahsin. Happy-happy ajaa. Ustad Anggi kelihatannya bukan karakter orang yang senang becanda ya Fî? Orang kayak beliau itu kalo ngomong sudah pasti ada dasarnya, ada ilmunya," dengan nada yang bikin aku OVT: apa ini isyarat, aku tidak layak? Aku tidak akan mampu bertahan sampai lulus? Apakah ini pertanda, aku harus melepaskan impian itu? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar