Rabu, 23 Oktober 2024

Opiniku tentang Perawatan Kanker (1/3)

Opiniku tentang perawatan kanker berdasarkan pengalaman pribadi dan observasi selama lebih dari lima tahun terhadap teman-teman yang bergabung dalam komunitas penyintas kanker payudara CISC-HER2, SMARTPINK, dan MSS.  

Kalo hasil pemeriksaan sudah fixed positif kanker, sebaiknya keluarga mendorong pasien tempuh perawatan jalur medis. Segera. Jangan tunda, nanti menyesal.  Penyakit ini berpacu dengan menit. 

Diskusilah dengan dokter onkologi, yakni dokter yang bertahun-tahun belajar pengobatan kanker dan memang fokusnya menangani pasien kanker.  

Jangan telan mentah-mentah informasi orang-orang yang tidak kompeten.  Kan banyak tuh sliweran informasi di internet. Dokter onkologi, bukan. Penyintas kanker, bukan. Tapi sharingnya benar-benar memprihatinkan, menyesatkan pasien kanker baru. 

Ibarat saya mau bikin kue bika ambon yang enak, tapi nanya-nanyanya sama kang bakso. Gimana tuh, jadinya?  ๐Ÿ˜„

Ada penyintas tumor (bukan kanker yaa) yang pernah diradiasi,  terus cerita ke pasien kanker baru bla bla bla hingga akhirnya pasien tersebut menolak diradiasi dengan alasan takut keropos tulang. Padahal penyebab keropos tulang itu banyak. Jarang kena matahari, jarang bergerak aktif, jarang berolahraga,  ini penyebab terbanyak pengeroposan tulang.


13 September 2019


Dua pekan lalu bezoek teman,  kenalan sama pasien sebelahnya.  Masih muda, cantik.  Enam bulan lalu tumornya masih kecil banget.  Dokter sudah menyarankan segera operasi, radiasi,  dan kemoterapi. Tapi pasien nekad bertualang minum herbal dan pakai jaket warsito.  Qadarullah beberapa bulan kemudian benjolannya membesar, keadaan pasien memburuk, sampai nggak bisa jalan. Tapi tabib-tabib yang mengobatinya, meng-claim bahwa itu proses penyembuhan. 

Akhirnya dibawalah kembali ke RS. Observasi, CT-scan, MRI, ronsen,  USG, dan sebagainya.  Kankernya sudah menyebar ke tulang dan hati, innalillahi wa inna ilaihi rojiun. 

===

Tadi pagi mengunjungi seorang guru ngaji, suaminya yang kanker.  Bulan lalu dokter sudah menyarankan kemoterapi dan operasi. Tapi pasiennya keukeuh bertualang herbal dulu.  Sepekan pertama terlihat segar bugar, keluhan-keluhan seakan hilang. Masuk pekan ketiga,  nggak bisa BAK/BAB berhari-hari, kesakitan, akhirnya masuk IGD, dirujuk ke bagian Onkologi RSPAD,  stadium 4. ๐Ÿ˜ญ

===

Saya juga tahun lalu takuuutt banget dikemoterapi.  Takut mati. Takut jelek.  Takut ini itu anu.  Bayangannya mengerikan aja deh. Tapi dijelaskan ulang-ulang oleh dokter.  Kanker itu ada tiga macam kecepatan pembelahannya.  Grade 1,2,3. Hasil patologi tumor saya grade 3, which is,  tipe yang cepat sekali perjalanannya.  Kalo istilah dokter saya, "ibuk dapet yang galak nih.. Nggak ke-uber kalo hanya pengobatan herbal dan pola makan ketofastosis. Apalagi status HER2+++ ER/PR + mumpung masih stadium 2B, dengan kemoterapi dan herceptin, angka harapan hidup bisa sampai 15 tahun dengan izin Allah." 

Saya sholat istikharah, minta petunjuk Allah,  dan mungkin banyak doa dari keluarga, sahabat, guru-guru ngaji saya,  keyakinan hati berubah.  Malah pengen kemoterapi secepatnya.  

===

Alhamdulillah, banyak hikmahnya. Banyak pertolongan Allah,  haji, umroh,  jalan-jalan ke Bangkok, bolak balik Bandung, Cirebon, Yogya, Padang. 

Ma Syaa Allah tabarakallah. 

Saya jadi pengen kampanye terus nih.  Kalo ada keluarga atau teman atau kenalan, yang punya keluhan benjolan. Atau sudah didiagnosa positif kanker, apalagi grade 2,3, meskipun tumornya masih keciiiilll banget,  jangan pernah nekad bertualang herbal.  Langsung tindakan medis, secepatnya. 

Semakin awal terdeteksi, semakin dini ditindak medis, harapan sembuhnya bisa 100% dan payudara bisa diselamatkan.  Pergi ketemu dokter ahli kanker,  nurutin saran beliau, perbanyak rakaat sholat,  perbanyak membaca Al Quran,  mohon petunjuk jalan kesembuhannya lewat mana, jangan pernah nekad sok menjadi dokter sendiri.  Medis, segera, yaa. ๐Ÿ˜Š

Semoga Allah melimpahkan kesehatan bagi kita semua, di sisa usia,  untuk menyempurnakan ibadah. Aamiin.

Tumor (yang bukan kanker yaa)  jelas berbeda jauh dengan tabiat kanker.   

Kanker itu kayak monster yang diam-diam bergerilya tau-tau 'dah nyampe mana, grogotin organ vital mana. Jadi tidak cukup hanya ubah pola makan dan imunoterapi. Harus dibasmi sampai ke akarnya. 

Kalo memang masih ada semangat dan keyakinan hidup umur panjang ikhtiarlah yang terbaik. Lawan ketakutan-ketakutan dari omongan orang,  justru dengan menghadapinya, menjalaninya.  Tempuh jalur medis sebelum terlambat. Ada BPJS. Kanker pada stadium awal, jika ditangani segera,  kemungkinan sembuhnya 80-100% biidznillah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar